Meskipun Jalani Musim Buruk, Mourinho tetap Jaminan Trofi

Meskipun Jalani Musim Buruk, Mourinho tetap Jaminan Trofi

Manchester United arahan Jose Mourinho musim ini mungkin tampil kurang apik dan kurang konsisten dalam meraih hasil-hasil positif. Meski begitu, salah seorang legenda Sepakbola Inggris, Alan Shearer menilai, meski buruk The Special one selalu menjadi jaminan untuk miniman raihan satu gelar juara.

Meskipun Jalani Musim Buruk, Mourinho tetap Jaminan Trofi

Sebagaimana diketahui, Manchester United sejak musim kemarin ditangani manajer asal Portugal, dan pada musim pertamanya yang bersangkutan berhasil mempersembahkan tiga trofi dan satu tiket ke ajang Liga Champions Eropa. Hanya saja, pada kampanye musim ini, Manchester United tampil kurang konsisten dan terancam mengakhiri musim tanpa gelar.

Di ajang Premier League, mereka tertinggal 16 poin dari Manchester City yang berada di puncak klasemen sementara saat ini, sedangkan di ajang Liga Champions Eropa telah tersingkir , begitu juga Piala Liga. Sekarang, hanya ada piala FA yang jadi harapan Setan Merah.

Sederet fakta tersebut membuat Jose Mourinho mendapati sejumlah kritik belakangan ini. Ada banyak pihak yang menyebut pelatih asal portugal itu salah dalam cara memainkan para pemainnya. Namun terlepas dari serangkaian kritik yang ada, legenda Newcastle United Alan Shearer percaya bahwa Mourinho selalu menjamin gelar juara bagi tim asuhannya.

“Manchester United sudah memahami apa yang akan mereka dapatkan ketika mempekerjakan Mourinho, Ini bukan kali pertama dia berbicara pada pers soal apa yang sudah dia dapatkan selama kariernya. Tidak ada yang bisa melawan itu. Dia sudah memberikan dua trofi musim lalu dan dia bisa memberikan lebih banyak lagi di musim mendatang,”

“Saya suka cara dia. Anda pasti tahu ketika anda mempekerjakan dia, anda akan memenangkan banyak trofi. Mungkin banyak halangan sepanjang perjalanan, tetapi dia selalu memberikan trofi.” ungkap Shearer dikutip dari tribalfootball

Lionel Messi Ragu Pensiun di timnas Argentina

Lionel Messi Ragu Pensiun di timnas Argentina

Barcelona sepertinya bakal jadi klub sepakbola terakhir yang akan dibela Lionel Messi sebelum memutuskan gantung sepatu alias pensiun nanti, pasalnya bintang berusia 30 tahun tersebut merasa tidak aman untuk menjalani penghujung karir di negaranya, Argentina.

Lionel Messi Ragu Pensiun di timnas Argentina

Dengan usianya yang sudah memasuki 30 tahun, tentu saja Lionel Messi telah memikirkan rencana pensiun, mengingat kebanyakan pemain sepakbola pada umumnya juga demikian. Tahun kemarin, Messi memang sempat mengungkapkan rencananya untuk kembali berkarir di Argentina sebelum memutuskan gantung sepatu.

Namun, saat ditanya tentang rencananya tersebut, Messi justru mengaku ragu. Ya, Dia meragukan rencana untuk berkarir di Tanah Kelahirannya sebelum Pensiun nanti. Hal tersebut karena Messi merasa bahwa berkarir di Argentina tidak bisa menjamin keselamatan dirinya dan keluarganya.

Karenanya, lewat pernyataan terbarunya, peraih lima Ballon d’Or tersebut mengaku ragu dengan rencananya untuk gantung sepatu di Argentina.

“Saya senang melakukan segala yang saya tidak bisa lakukan. Namun saya tidak tahu apakah akan bersama Barcelona atau Rosario. Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan. Saya menderita dan merasa kecewa, hari ini Argentina begitu adanya. Realita negara ini adalah tidak aman. ”

“Saya melihat hari esok, saya pikir akan bisa pulang ke Rosario dan menikmati kampung saya karena saya tidak bisa bertingkah seperti anak kecil. Saya sudah pernah berada di sini, terkadang saya tidak menyesal, tapi saya hanya khawatir. Perampokan memang ada di seluruh dunia, tapi ini gila karena hal-hal lain bisa terjadi pada diri Anda,” Demikian kata Sang pemain kepada reporter.

Messi sendiri musim ini tampil gemilang dengan mencatatkan 24 gol di ajang La Liga Spanyol.

Prediksi Skor Crotone vs AS Roma 18 Maret 2018

Prediksi Skor Crotone vs AS Roma 18 Maret 2018

AS Roma harus melupakan euforia keberhasilan mereka melangkah ke babak perempat final Liga CHampions Eropa musim ini, pasalnya dalam lanjutan Serie A Italia akhir pekan ini, Gialorossi juga dihadapkan dengan pertandingan yang sulit, dimana mereka akan berhadapan dengan Crotone. Partai itu akan berlangsung pada Minggu , 18 Desember 2018.

Prediksi Skor Crotone vs AS Roma 18 Maret 2018

Tuan rumah Crotone masih berupaya untuk terbebas dari ancaman Zona Degradasi yang sampai saat ini masih mengintai mereka di posisi ke-16 pada klasemen sementara. Tentu, bukan perkara mudah bagi Crotone untuk memanfaatkan 10 pertandingan tersisa musim ini untuk benar-benar terhindar dari Zona Degradasi. Dalam lima pertandingan terakhirnya, Crotone sendiri hanya berhasil mengemas satu kemenangan saja dan telan dua kekalahan diantaranya. Bermain di kandang sendiri melawan AS Roma, Crotone sama sekali tak diunggulkan menang.

Apalagi faktanya AS Roma tengah onfire, mereka melengkapi catatan tiga kemenangan beruntun dengan tiket ke babak perempat final Liga CHampions Eropa tengah pekan kemarin. Dalam lima laga terakhirnya secara keseluruhan, Gialorossi sendiri meraih tiga kemenanga dan telan dua kekalahan diantaranya. Sedangkan di klasemen sementara, tim arahan Eusebio di Francisco berada di posisi ke-3.

HEAD TO HEAD

26-10-2017 Roma 1-0 Crotone
12-02-2017 Crotone 0-2 Roma
22-09-2016 Roma 4-0 Crotone.

5 PERTANDINGAN TERAKHIR CROTONE

04-02-2018 Inter 1-1 Crotone
11-02-2018 Crotone 1-1 Atalanta
18-02-2018 Benevento 3-2 Crotone
25-02-2018 Crotone 2-3 SPAL
11-03-2018 Crotone 4-1 Sampdoria.

5 PERTANDINGAN TERAKHIR ROMA

22-02-2018 Shakhtar 2-1 Roma
26-02-2018 Roma 0-2 Milan
04-03-2018 Napoli 2-4 Roma
10-03-2018 Roma 3-0 Torino
14-03-2018 Roma 1-0 Shakhtar.

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN

Crotone (4-3-3): Cordaz; Martella, Capuano, Ceccherini, Faraoni; Stoian, Mandragora, Benali; Nalini, Trotta, Ricci.

Roma (4-2-3-1): Alisson; Kolarov, Fazio, Manolas, Florenzi; Pellegrini, Strootman; Perotti, Nainggolan, Cengiz Under; Dzeko.

Klausul 700 Juta Euro Dalam Kontrak Messi Masih Belum Aman

Raksasa Catalan Barcelona memang telah mengikat Lionel Messi lewat kontrak baru yang telah disepakati oleh bintang asal Argentina tersebut. Tapi menurut Direktur Strategi Finansial Barcelona, Pancho Schroder, angka 700 Juta Euro yang ditetapkan sebagai klausul pelepasan La Pulga masih belum bisa dikatakan Aman.

Lionel Messi, 30 tahun, tetap jadi andalan raksasa Catalan di lini depan kendati usianya sudah kepala tiga. Musim kemarin, dia kerap kali dikaitkan dengan isu hengkang sebagaimana klaim adanya ketertarikan dari raksasa premier League, Manchester City . Namun pada akhirnya para fans Barcelona bisa bernafas lega karena La Pulga telah menyepakati kontrak barunya yang berdurasi sampai tahun 2021 mendatang.

Tak hanya sekedar memperpanjang kontrak, Barcelona yang merasa trauma kehilangan Neymar pada musim panas kemarin usai klausul pelepasannya senilai 222 Juta euro ditebus Paris Saint-Germain kemudian menyematkan klausul super tinggi, 700 Juta Euro dalam kontrak Messi saat ini.

700 Juta Euro dalam sepakbola adalah angka yang amat tinggi bahkan bisa digunakan untuk membeli sebuah klub sepakbola top Eropa. Namun di Era modern seperti sekarang ini, bukan tidak mungkin angka tersebut bisa ditebus oleh klub kaya raya, karenanya Schroder menilai bahwa klausul pelepasan Messi saat ini masih belum terbilang Aman.

“Kami membuat klausul ini dengan harapan cukup untuk membuat Messi pensiun di Barcelona. Namun, kami sebelumnya juga berpikiran seperti itu ketika memberikan klausul kepada Neymar. Kami berharap Neymar tidak bisa pergi dengan klausul itu. Dan pada musim panas lalu, ternyata kami salah.”

“Melihat masa depan, saya pikir akan sulit [untuk menebus klausul Messi]. Namun saya belum tahu secara pasti, mengingat akhir-akhir ini situasi di bursa transfer sedikit gila,” kata Schroder kepada Sky Sports, Jumat (9/3).

Musim ini, Messi sendiri telah mengemas tak kurang dari 32 gol di semua ajang.

Legenda Manchester United Sanjung Kegesitan De Gea

Legenda Manchester United Sanjung Kegesitan De Gea

Kegemilang David De Gea di bawah mistar gawang kembali menuai sanjungan dari salah seorang legenda Manchester United, Quine Fortune. Dikatakan oleh mantan bek andalan Setan Merah tersebut, bahwa kualitas yang dimiliki membuat De Gea layak disebut sebagai penjaga gawang terbaik dunia saat ini.

Legenda Manchester United Sanjung Kegesitan De Gea

Memang harus diakui bahwa kualitas De Gea memang salah satu yang terbaik saat ini di liga Primer Inggris bahkan di Eropa. Terlepas dari fakta bahwa Manchester United tak kunjung mampu mengejar ketertinggalan dari Manchester City yang berada di tahta klasemen sementara, performa de Gea sejatinya patut diapresiasi.

Terbaru, De Gea melakukan sejumlah penyelamatan penting dalam kemenangan yang diraih Manchester United atas Crystal Palace, selasa dinihari WIB kemarin (06/03) waktu setempat. Sedangkan total musim ini, yang bersangkutan telah mengoleksi 19 Clansheet di semua ajang, bahkan hanya kebobolan 23 gol saja.

Dengan catatan tersebut , wajar saja jika Quine Fortune menganggapnya sebagai penjaga gawang terbaik dunia saat ini, dan sejak didatangkan Manchester United dari Atletico Madrid pada tahun 2011 silam sampai sekarnang De Gea mengalami perkembangan yang cukup pesat.

“Ketika dia [De Gea] tiba di Old Trafford, dia sedikit kesulitan di awal kariernya namun perkembangan yang telah dia tunjukkan benar-benar luar biasa, Ketika Anda melihat dia dalam dua musim terakhir, dia adalah pemain terbaik tahunan buat United – yang mana sedikit aneh untuk seorang kiper di Manchester United.”

“Saya pikir posisi kami di liga dan semua kompetisi, saya kira David memainkan peranan besar. Lihatlah sejumlah laga musim ini – dia sukses menjaga kami. Pertandingan kontra Sevilla [di leg pertama babak 16 besar Liga Champions], dia luar biasa.” kata Fortune kepada PA Sport.

Menakuktkan, Sane Berpeluang Jadi Pemain Terbaik Dunia

Menakuktkan, Sane Berpeluang Jadi Pemain Terbaik Dunia

Gelandang andalan Manchester City, Kevin De Bruyne melayangkan sanjungan khusus kepada rekan satu timnya, Leroy Sane yang juga jadi andalan manajer Pep Guardiola di lini tengah Citizen. Dalam pandangan De Bruyne, Sane adalah pemain yang menakutkan dan bisa jadi pemain terbaik dunia di masa mendatang.

Menakuktkan, Sane Berpeluang Jadi Pemain Terbaik Dunia

Leroy Sane, 22 tahun, sebenarnya telah jadi bagian dari Manchester City sejak musim kemarin, dia ditebus dari Schalke 04 dengan kocek yang cukup tinggi 52 Juta poundsterling. Pada musim pertamanya, performa Sane cukup memikat, namun belum terbilang maksimal. Lain ceritanya musim ini, dimana pemain Jerman tersebut jadi salah satu bintang andalan Manajer Pep Guardiola.

Ya, mantan pemain Schalke tersebut berhasil jadi salah satu figur penting dalam keberhasilan Manchester City memuncakki klasemen sementara Premier league, menjuarai Piala Liga dan melangkah ke babak 16 besar Liga Champions Eropa. Terkini, Sane mencetak dua assist dalam kemenangan telak 3-0 atas Arsenal di ajang Premier League.

Dengan tambahan dua assist tersebut, total Sane telah mengoleksi 11 Assist musim ini, dan catatan itu membuat Sane disanjung rekan satu timnya, Kevin De Bruyne. Dalam pandangan gelandang Belgia, Sane adalah salah satu pemain yang mengerikan, dan talenta seperti itu bisa mebuatnya menjadi pemain terbaik dunia di masa mendatang.

De Bruyne juga menilai Sane memang mirip dengan sosok legenda Manchester United, Ryan Giggs.

“Ia bisa menjadi salah satu yang terbaik di dunia jika ia ingin. Menakutkan apa yang bisa ia lakukan, Giggs melakukannya selama berapa tahun? Dia adalah legenda di Premier League,”

“Semoga Sane bisa melakukan hal yang sama dan itu akan menjadi indah,” ucap De Bruyne soal kemampuan Sane, pada Manchester Evening News.

Henry Punya Kualitas Untuk Gantikan Arsene Wenger

Henry Punya Kualitas Untuk Gantikan Arsene Wenger

Belakangan ini, isu pemecatan Arsene Wenger dari Kursi pelatih Arsenal kembali mengemuka, terkait dengan serangkaian hasil mengecewakan yang didapat Ozil Cs. Beberapa pihak melihat legenda klub, Thierry Henry, punya kualitas yang sudah memadai untuk gantikan posisi Arsene Wenger.

Henry Punya Kualitas Untuk Gantikan Arsene Wenger

Sebenernya isu pemecatan Wenger dari kursi pelatih Arsenal sudah terdengar nyaring dalam beberapa tahun terakhir. Pelatih asal Prancis tersebut sudah memiliki dinasti sendiri di Arsenal sejak menjadi manajer utama di tahun 1996 silam sampai sekarang.

Minimnya gelar jadi penyebab utama dibalik munculnya isu pemecatan Wenger dalam beberapa tahun terakhir ini. Puncaknya adalah musim kemarin, saat klub untuk pertama kali dalam 21 tahun gagal finish di empat besar yang secara otomatis membuat mereka gagal juga bermain di ajang Liga Champions Eropa.

Musim ini, Arsenal juga mendapati serangkaian hasil mengecewakan, terkini mereka dikalahkan telak 3-0 oleh Manchester City pada partai final Piala Liga. Sejumlah fakta tersebutpun kemudian kembali mengancam posisi Wenger di kursi pelatih Arsenal. Bahkan tak hanya itu, banyak pihak yang juga sudah memberikan saran kepada Arsenal terkait sosok suksesor Wenger.

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memiliki pandangannya sendiri terkait dengan suksesor Wenger di Emirates Stadium. Dalam pandanganya, mantan pemain arahannya di Barcelona, Thierry Henry, adalah sosok yang sudah cukup layak untuk menggantikan Wenger.

“Jika dia (Henry) ingin menjadi pelatih, dia punya talenta untuk itu. Tetapi harus dia yang memutuskan, bukan saya. Kami berjuang dan bermain bersama di Barcelona, Bayern Munchen dan di sini di Premier League. Saya yakin dia akan mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya sendiri, untuk para pemain, dan tentunya untuk klub,” Ungkap Guardiola di tribalfootball.

Raul Senang Lihat James Sukses di Bayern Munchen

Raul Senang Lihat James Sukses di Bayern Munchen

Salah seorang legenda sepanjang masa Real Madrid, Raul Gonzalez, mengaku turut senang menyaksikan kiprah sukses gelandang James Rodriguez bersama dengan klub barunya, Bayern Munchen sejauh ini. Menurut Raul, beradaptasi dengan bundesliga dan sepakbola Jerman bukan perkara yang mudah.

Raul Senang Lihat James Sukses di Bayern Munchen

James Rodriguez, 26 tahun, memang resmi merapat ke Allianz Arena pada bursa transfer musim panas kemarin sebagai pemain pinjaman dari Real madrid untuk dua musim ke depan. Pada awalnya, gelandang Tim Nasional Kolombia tersebut cukup kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain Bayern, bahkan karena masalah tersebut dia jarang mendapatkan kesempatan tampil sebagai starter.

Tapi sejak klub ditangani Jupp Heynckess, James seperti kembali menemukan performa terbaiknya. Mantan pemain AS Monaco tersebut sudah bermain bagus di Jerman, bahkan terlihat beradaptasi dengan baik di klub barunya. Untuk alasan itu, James pun dipercaya bakal tetap bertahan di Allianz Arena, alih-alih kembali ke madrid.

Sementara Raul Gonzales yang merupakan legenda Real Madrid memang pernah mengecap karir di Jerman bersama dengan Schalke 04. Menurutnya, beradaptasi dengan sepakbola jerman bukan perkara yang mudah, karenanya kegemilangan James disana memang patut diapresiasi.

“Tidak mudah untuk bermain apik di Bundesliga dan langsung beradaptasi, Saya bahagia untuknya, dia melakukan banyak hal hebat di Madrid dan sekarang dia merupakan salah satu pemain terbaik di Bayern. Saya mengharap yang terbaik untuknya dari lubuk hati yang terdalam.” tutur Raul, yang pernah bermain untuk Schalke, di RMC.

James sendiri belakangan kabarnya akan dimanfaatkan Madrid untuk memuluskan langkah mereka merekrut striker Bayern, Robert Lewandowski.

Miralem Pjanic Akui Juventus Rindukan Dybala

Miralem Pjanic Akui Juventus Rindukan Dybala

Juventus dinilai beruntung memiliki sosok pemain berkualitas seperti Paulo Dybala, menurut Gelandang Miralem Pjanic. Kepada jurnalis, pemain asal Bosnia-Herzegovina tersebut mengklaim bahwa Bianconneri memang sudah merindukan kehadiran Dybala yang belakangan ini menepi karena cedera.

Miralem Pjanic Akui Juventus Rindukan Dybala

Sebagaimana diketahui, Paulo Dybala memang sudah menepi selama kurang lebih satu bulan lamanya dari lapangan hijau karena mengalami cedera otot. Selama periode tersebut juga , tidak tampak wajah bintang muda Argentina dalam susunan tim arahan Massimilliano Allegri.

Untung saja, Juventus tengah berada dalam tren positif, dan mereka berhasil menjaga konsistensi tersebut selama beberapa pekan terakhir dengan terus meraih kemenangan, terlepas dari hasil imbang melawan Tottenham Hotspur di ajang Liga Champions Eropa kemarin.

Gelandang Juventus, Miralem Pjanic sendiri tidak termasuk dalam daftar pemain yang tengah cedera saat ini. Saat berbicara kepada jurnalis jelang pertandingan melawan Atalanta akhir pekan kemarin, pemain berusia 27 tahun itu kemudian berbicara mengenai dybala yang tengah menepi karena cedera.

“Kembalinya Dybala? Tentu saja, kembalinya dia akan sangat berharga bagi kami, Kami berharap, dia akan tersedia di sisa musim ini. Juventus sangat membutuhkan kualitas seorang Dybala. Tidak satu pun pemain bisa mencetak gol dari tendangan bebas dibandingkan saya? Saya tidak melihat statistik, tapi saya senang mencetak gol dari situasi tendangan bebas dan saya harap bisa mencetak banyak gol sebelum musim ini berakhir.”

“Hal terpenting adalah Dybala dan saya bisa mengambil banyak hal dari dua sisi, dan hal ini tidak akan mudah bagi banyak kiper,” papar Pjanic kepada jurnalis.

Meskipun tengah menepi karena cedera, faktanya Dybala tetap berkontribusi untuk Juventus lewat torehan 17 gol dan 5 assist di semua ajang musim ini.