Raul Senang Lihat James Sukses di Bayern Munchen

Raul Senang Lihat James Sukses di Bayern Munchen

Salah seorang legenda sepanjang masa Real Madrid, Raul Gonzalez, mengaku turut senang menyaksikan kiprah sukses gelandang James Rodriguez bersama dengan klub barunya, Bayern Munchen sejauh ini. Menurut Raul, beradaptasi dengan bundesliga dan sepakbola Jerman bukan perkara yang mudah.

Raul Senang Lihat James Sukses di Bayern Munchen

James Rodriguez, 26 tahun, memang resmi merapat ke Allianz Arena pada bursa transfer musim panas kemarin sebagai pemain pinjaman dari Real madrid untuk dua musim ke depan. Pada awalnya, gelandang Tim Nasional Kolombia tersebut cukup kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain Bayern, bahkan karena masalah tersebut dia jarang mendapatkan kesempatan tampil sebagai starter.

Tapi sejak klub ditangani Jupp Heynckess, James seperti kembali menemukan performa terbaiknya. Mantan pemain AS Monaco tersebut sudah bermain bagus di Jerman, bahkan terlihat beradaptasi dengan baik di klub barunya. Untuk alasan itu, James pun dipercaya bakal tetap bertahan di Allianz Arena, alih-alih kembali ke madrid.

Sementara Raul Gonzales yang merupakan legenda Real Madrid memang pernah mengecap karir di Jerman bersama dengan Schalke 04. Menurutnya, beradaptasi dengan sepakbola jerman bukan perkara yang mudah, karenanya kegemilangan James disana memang patut diapresiasi.

“Tidak mudah untuk bermain apik di Bundesliga dan langsung beradaptasi, Saya bahagia untuknya, dia melakukan banyak hal hebat di Madrid dan sekarang dia merupakan salah satu pemain terbaik di Bayern. Saya mengharap yang terbaik untuknya dari lubuk hati yang terdalam.” tutur Raul, yang pernah bermain untuk Schalke, di RMC.

James sendiri belakangan kabarnya akan dimanfaatkan Madrid untuk memuluskan langkah mereka merekrut striker Bayern, Robert Lewandowski.

Miralem Pjanic Akui Juventus Rindukan Dybala

Miralem Pjanic Akui Juventus Rindukan Dybala

Juventus dinilai beruntung memiliki sosok pemain berkualitas seperti Paulo Dybala, menurut Gelandang Miralem Pjanic. Kepada jurnalis, pemain asal Bosnia-Herzegovina tersebut mengklaim bahwa Bianconneri memang sudah merindukan kehadiran Dybala yang belakangan ini menepi karena cedera.

Miralem Pjanic Akui Juventus Rindukan Dybala

Sebagaimana diketahui, Paulo Dybala memang sudah menepi selama kurang lebih satu bulan lamanya dari lapangan hijau karena mengalami cedera otot. Selama periode tersebut juga , tidak tampak wajah bintang muda Argentina dalam susunan tim arahan Massimilliano Allegri.

Untung saja, Juventus tengah berada dalam tren positif, dan mereka berhasil menjaga konsistensi tersebut selama beberapa pekan terakhir dengan terus meraih kemenangan, terlepas dari hasil imbang melawan Tottenham Hotspur di ajang Liga Champions Eropa kemarin.

Gelandang Juventus, Miralem Pjanic sendiri tidak termasuk dalam daftar pemain yang tengah cedera saat ini. Saat berbicara kepada jurnalis jelang pertandingan melawan Atalanta akhir pekan kemarin, pemain berusia 27 tahun itu kemudian berbicara mengenai dybala yang tengah menepi karena cedera.

“Kembalinya Dybala? Tentu saja, kembalinya dia akan sangat berharga bagi kami, Kami berharap, dia akan tersedia di sisa musim ini. Juventus sangat membutuhkan kualitas seorang Dybala. Tidak satu pun pemain bisa mencetak gol dari tendangan bebas dibandingkan saya? Saya tidak melihat statistik, tapi saya senang mencetak gol dari situasi tendangan bebas dan saya harap bisa mencetak banyak gol sebelum musim ini berakhir.”

“Hal terpenting adalah Dybala dan saya bisa mengambil banyak hal dari dua sisi, dan hal ini tidak akan mudah bagi banyak kiper,” papar Pjanic kepada jurnalis.

Meskipun tengah menepi karena cedera, faktanya Dybala tetap berkontribusi untuk Juventus lewat torehan 17 gol dan 5 assist di semua ajang musim ini.

Sejarah Berdirinya Estadio Camp Nou

Sejarah Berdirinya Estadio Camp Nou

Markas besar Barcelona, Estadio Camp Nou selalu dipadati penonton setiap kali pertandingan digelar. Tentu saja, sebagai penikmat sepakbola kita ingin sekali menyaksikan satu pertandingan saja di Stadion termegah di Catalunya tersebut. Tapi sebelum berkunjung ke sana ada baiknya kita mengetahui terlebih dulu sejarah berdirinya stadion berkapasitas 98.772 ini.

Sejarah Berdirinya Estadio Camp Nou

Berawal dari tahun 1948, para fans Barcelona saat itu begitu menggebu meyakinkan klub agar membangun sebuah stadion resmi yang bertaraf modern. Namun, ketika itu pembangunan Stadion tidak semudah sekarang ini, sangat wajib hukumnya meyakinkan para investor dan pemerintah akan pentingnya pembangunan stadion sepakbola.

Desakan Fans pada akhirnya didengar oleh dewan klub Barcelona kala itu, dan semangat untuk memiliki kandang yang megah pun semakin berkobar dengan dimenangkannnya trofi La Liga spanyol dalam dua musim beruntun, tepatnya di musim 1947 dan 1948. Langkah pertama Stadion camp Nou ini dibangun baru dimulai sejak tahu 1950. Dipercaya, pembangunan stadion ini juga didasari oleh kedatangan Laszlo Kubala, sang legenda Hungaria yang begitu populer saat itu.

Saat itu, Presiden menjabat, Agustí Montal y Galobart saat itu memilih untuk membeli tanah di area yang dikenal sebagai La Maternidad, pilihan yang harus dilakukan hanya dua bulan kemudian. Namun pembangunan Stadion Camp Nou tak berjalan mulus begitu saja.

Saat komisi Camp Nou memutuskan pada tanggal 9 Februari 1951 untuk mengubah lokasi stadion baru ke area di atas Diagonal, dan hal ini mengakibatkan serangkaian negosiasi yang sia-sia dengan Pemerintah yang tampaknya tidak membuahkan hasil. Masalah ini tampaknya ditutup untuk selamanya saat Francesc Miró-Sans memenangkan pemilihan Presiden FC Barcelona pada tanggal 14 November 1953.

Untungnya, Presiden Anyar Barcelona saat itu sangat mendukung kuat pembangunan Stadion anyar, sehingga penyelesaiannya dilakukan secepat mungkin. Akhirnya, stadion ini diresmikan pada tanggal 24 September 1957, stadion yang saat ini jadi saksi bisu lahirnya para pemain terbaik dunia dan sederet trofi yang telah dimenangkan barcelona.